Ricerca
×

Registrati

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Accedi!
×

Accedi

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Registrati!
×

Registrati

Use your Facebook account for quick registration

OR

Accedi

Sign in using your Facebook account

Homepage Shvoong>Medicina & Salute>Genetica>Https://secure.wikimedia.org/

Https://secure.wikimedia.org /

di: widyapuspita    
ª
 
  • Obat tradisional yang dapat digunakanTekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
    • sakit kepala
    • kelelahan
    • mual
    • muntah
    • sesak napas
    • gelisah
    • pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal
    Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :
    • Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
    • Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.

    Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

    Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

    Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

    Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

    Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

    1. Penyakit Ginjal
      • Stenosis arteri renalis
      • Pielonefritis
      • Glomerulonefritis
      • Tumor-tumor ginjal
      • Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
      • Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
      • Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
    2. Kelainan Hormonal
      • Hiperaldosteronisme
      • Sindroma Cushing
      • Feokromositoma
    3. Obat-obatan
      • Pil KB
      • Kortikosteroid
      • Siklospori n
      • Eritropoietin
      • Kokain
      • Penyalahgunaanalkohol
      • Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)
    4. Penyebab Lainnya
      • Koartasio aorta
      • Preeklamsi pada kehamilan
      • Porfiria intermiten akut
      • Keracunan timbal akut.
  • Pengaturan tekanan darah

    Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

    • Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
    • Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
    • Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat

    Sebaliknya, jika:

    • Aktivitas memompa jantung berkurang
    • Arteri mengalami pelebaran
    • Banyak cairan keluar dari sirkulasi

    Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

    Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis).

    Perubahan fungsi ginjal

    Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara:

    • Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan darah ke normal.
    • Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal.
    • Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensin, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.

    Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah; karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

    Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi.

    Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.

    Sistem saraf otonom

    Sistem saraf simpatis merupakan bagian dari sistem saraf otonom, yang untuk sementara waktu akan:

    • meningkatkan tekanan darah selama respon fight-or-flight (reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar)
    • meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung; juga mempersempit sebagian besar arteriola, tetapi memperlebar arteriola di daerah tertentu (misalnya otot rangka, yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak)
    • mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh
    • melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin), yang merangsang jantung dan pembuluh darah.
    [sunting] Gejala
    Obat tradisional yang dapat digunakan
    • Gamat/Teripang/Mentimun Laut
    • Teh Murbei [2]
    • daun cincau hijau
    • seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari, karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis)
    • bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-7 siung sehari)
    • Rosela [3]
    • daun misai kucing
    • minuman serai. teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari. Dalam seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi
    Hipertensi ditemukan pada ibu hamil baik pada penyakit sebelumnya (5-15% dari total ibu hamil) atau sebagai gangguan yang berhubungan dengan kehamilan, pre-eklamsia (Lyoyd, dalam Wylie). Hipertensi dijuluki sebagai the silent killer karena biasanya tidak menunjukkan gejala dan hanya terdiagnosis melalui skrinning atau ketika penyakit tersebut bermanifestasi pada komplikasi gangguan tertentu. Hipertensi sangat signifikan berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian ibu dan janin sehingga perlu dilakukan skrinning awal dan pemeriksaan lanjutan selama kehamilan.
    Pubblicato il: 31 marzo, 2012   
    Valuta questo abstract : 1 2 3 4 5
    Traduci Invia Collegamento Stampa

    New on Shvoong!

    Top Websites Reviews

    X

    .